Kosanostra Koyak Rabak




[ mickoris saputra ]
[ 20-an ]
[ Bajingan sedang menyemak ]
[ ]

UNPREDICTABLE FEELING II
Tuesday, 29 March 2011 @ 16:06




mata ketiduran terlena
masa bergerak silih ganti
tik-tok-tik-tok-tik-tok
getaran terdengar di liang pendengaran
nyata dan kekal terus menerus
pelayarannya merasuk minda
merasuk hati yang jitu ini
merangsang pemikiran
apakah yang terjadi?
kebingungan sebentar memikirkannya...

adakah pernyataan ini adalah suatu
yang tak pernah di jangka
akan berlaku dan terjadi
suatu ketika kelak akan masa
yang tidak pernah terpampang
akan kebenarannya
menutup mata sambil merenung akan di situ
tappp-tapp-tapp tepat di dahi!
bagaimana ini terlintas di pemikiran?
termanggu sendiri meratapi rasa hati...

ini adalah suatu kisah cinta
yang tak kekal akan
keabadiannya
tidak pula tahu di mana permulaannya
tak pun terfikir akan penghujungnya
sruuu-sruu-sruuuuu
tiupan angin menemami diri
menerokai perasaan yang sejengkal ini
mencari sesuatu yang terdiam kaku
kegelapan yang tak pernah terlihat
apakah itu sesuatu yang hodoh?
perilaku sendiri tidak diketahui...

secara jujurnya itu adalah simpang sempadan
yang merangkumi berbagai ruang yang luas
meliputi rongga yang tidak diketahui
persengketaan ini amat lah tidak terperi
merasuki seluruh pemikiran waras
hingga terlintang arus permintaan
memikirkan perkara ini
menjatuhkan hujan dari langit yang membiru
kelam-kelam gelap tiba di sekitar
tik-tikk-tikkk-tikkk-tikkkk
titisan demi titisan jatuh ke bumi
adakah ini menunjukkan perasaanku yang sedang kini?
tertunduk memandang lopak memenuhi segenap ruang...

seandainya bisa diulang masa ini
akan ku putar untuk di ulang masa
dan sebelum ini semua berlaku
pada saat sebelum terjadi
agar ini tidak akan pernah berlaku hingga kini
tapi...
permintaan indah ini hanyalah suatu
angan-angan manis setiap manusia
yang terduka akan kekecewaan duniawi
meratapi nasib yang kian sebegini
tup-tap-tup-tap-tup-tap
melangkah pergi dari hari
mengapa ini yang terjadi?
terdiam melihat langit diterangi bintang...

rentetan penglipur,
amirul kamarul

Labels: